JT - Kelompok perlawanan Hizbullah di Lebanon mengklaim bahwa Israel bertanggung jawab penuh atas ledakan massal alat penyeranta di berbagai wilayah Lebanon pada Selasa, 17 September. Ledakan tersebut dilaporkan telah menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka, serta mengakibatkan ancaman aksi balasan dari Hizbullah.
Menurut laporan dari kantor berita nasional Lebanon (NNA), puluhan orang terluka akibat ledakan penyeranta di pinggiran selatan Kota Beirut. Penyiar Lebanon, OTV, mengutip Menteri Kesehatan Firas Abyad, yang menyatakan bahwa ratusan warga terluka dalam insiden tersebut.
Baca juga : Tujuh Warga Palestina Tewas Ditembak oleh Israel Ketika Antre untuk Bantuan
Hizbullah mengklaim bahwa alat komunikasi penyeranta yang mereka gunakan adalah sistem komunikasi tertutup yang paling kokoh terhadap upaya peretasan dan penyadapan. Kelompok tersebut menegaskan bahwa setelah memeriksa semua fakta dan data, mereka menganggap Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang mereka sebut sebagai "agresi kriminal."
"Musuh jahat dan berbahaya ini tentunya akan menerima pembalasan yang setimpal atas agresi keji ini," bunyi pernyataan Hizbullah.
Akibat ledakan tersebut, Lebanon juga mengumumkan libur untuk semua institusi pendidikan sebagai respons terhadap situasi darurat yang sedang berlangsung. * * *
Baca juga : Korea Utara Dukung Resolusi PBB Untuk Palestina
Bagikan