JT - Lebih dari 1.000 ilmuwan, terutama psikolog dan ahli saraf dari seluruh dunia, menandatangani surat terbuka yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Surat tersebut sekaligus mendesak komunitas internasional agar menekan rezim Israel supaya mematuhi hukum humaniter.
Baca juga : Banjir Besar Landa Spanyol, Sejumlah Orang Hilang dan Layanan Kereta Cepat Dihentikan
Peraih Nobel May-Britt Moser dan Edvard Moser dari Norwegia serta Susumu Tonegawa dari Jepang ikut menandatangani surat tersebut, menurut laporan kantor berita Iran, IRNA yang mengutip sejumlah media, Kamis.
Sejumlah peneliti asal Spanyol, seperti Pablo Lanillos, yakni anggota kelompok Neuro Artificial Intelligence and Robotics di Cajal Institute, juga menandatangani surat tersebut.
"Seruan ini kuat karena datang dari para ahli saraf — orang-orang yang mempelajari tentang bagaimana otak merasakan dan juga memproses konflik semacam itu," kata Lanillos.
Baca juga : Sekjen Menegaskan ASEAN Terus Berperan dalam Memelihara Perdamaian
Surat itu juga mengutuk kekerasan, termasuk "kejahatan perang yang tak terhitung jumlahnya", yang dilakukan rezim Israel di wilayah Palestina yang terisolasi, memperingatkan bahwa tanpa tekanan internasional, kekerasan akan terus terjadi.
Lewat surat itu para ilmuwan juga menekankan bahwa wilayah Gaza terjebak dalam siklus kekerasan dan balas dendam yang merusak sikap hidup berdampingan secara damai, menambahkan "kebencian, kematian, dan kehancuran" sedang merajalela.
Bagikan